#Post Title #Post Title #Post Title
Kamis, 31 Maret 2016

Pengertian Bandwith

Bandwidth ialah luas atau lebar cakupan frekuensi yg difungsikan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth bisa diartikan yang merupakan perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi & sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal memiliki Bandwidth kira kira 3 KHz, analog Televisi broadcast (Televisi) memiliki Bandwidth kira kira 6 MHz.
Pengertian Bandwidht 
Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu komputer ialah sebuah penghitungan mengkonsumsi data yg tersedia terhadap sebuah telekomunikasi. Dihitung dalam unit bits per seconds (bit per detik). Saksikan bahwa bandwidth yg tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, yaitu bandwidth yg mengacu kepada sinyal analog yg diukur dalam unit hertz (makna ori dari istilah tersebut) yg lebih cocok ditulis bitrate daripada bits per second.
Dalam dunia website hosting, bandwidth capacity (kapasitas lebarpita) diartikan sbg nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, nada, & yang lain) yg berjalan antara server hosting dgn pc klien dalam suatu masa tertentu. Misalnya 5 GB per bln, yg artinya besaran maksimal transfer data yg dapat dilakukan oleh semua klien yaitu 5 GB, bila bandwidth habis maka situs tak bisa di buka s/d bln baru. Makin banyak feature di dalam situs seperti gambar, video, nada, & yang lain, sehingga makin banyak bandwidth yg bakal terpakai. cara mempercepat koneksi internet

Digital bandwidth

Digital Bandwidth ialah jumlah atau volume data yg bakal dikirimkan lewat suatu saluran komunikasi dalam unit bits per secon tidak dengan distorsi. Analog Bandwith

Analog bandwidth

Sedangkan analog Bandwidth yakni perbedaan antara frekuensi terendah dgn frekuensi paling atas dalam suatu rentang frekuensi yg diukur dalam unit Hertz (Hz) atau siklus per detik, yg memastikan berapa banyak berita yg dapat ditransimisikan dalam satu waktu.

Bandwidth Komputer

Bandwidth Pc Di dalam jaringan Pc, Bandwidth tidak jarang difungsikan juga sebagai sebuah sinonim buat data transfer rate adalah jumlah data yg akan dipindah dari satu buah titik ke titik lain dalam jangka dikala tertentu (kepada rata-rata dalam detik). Kategori Bandwidth ini rata-rata diukur dalam BPS(bits per seken). Adakalanya serta dinyatakan dalam BPS(bytes per seken). Sebuah modem yg bekerja kepada 57,600 Badan Pusat Statistik memiliki Bandwidth dua kali lebih gede dari modem yg bekerja kepada 28,800 Badan Pusat Statistik. Dengan Cara umum, koneksi bersama Bandwidth yg besar/tinggi mengijinkan pengiriman kabar yg gede seperti pengiriman gambar/images dalam video presentation.

Alokasi bandwidth

Alokasi atau reservasi Bandwidth ialah suatu proses memastikan jatah Bandwidth pada pemakai & penerapan dalam suatu jaringan. Termasuk Juga didalamnya tentukan prioritas pada bermacam macam kategori aliran data berdasarkan seberapa utama atau krusial & delay-sensitive aliran data tersebut. Aspek ini mengijinkan pemakaian Bandwidth yg sedia dengan cara efisien, & jika sewaktu-waktu jaringan jadi lambat, aliran data yg mempunyai prioritas yg lebih rendah bakal dihentikan, maka penerapan yg utama bisa terus berlangsung dgn lancar. Besar Nya saluran atau Bandwidth dapat berdampak kepada kecepatan transmisi. Data dalam jumlah gede dapat menempuh saluran yg mempunyai Bandwidth mungil lebih lama di bandingkan melintasi saluran yg mempunyai Bandwidth yg agung. Kecepatan transmisi tersebut amat dibutuhkan buat penerapan Pc yg memerlukan jaringan terutama penerapan real-time, seperti videoconferencing. Pemakaian Bandwidth buat Lembaga Administrasi Negara bergantung pada type media atau medium yg dipakai, kebanyakan makin tinggi Bandwidth yg ditawarkan oleh suatu media atau medium, makin tinggi pun nilai jualnya. Sedangkan pemakaian Bandwidth utk WAN bergantung dari kapasitas yg ditawarkan dari pihak ISP, perusahaan mesti membeli Bandwidth dari ISP, & makin tinggi Bandwidth yg diharapkan, makin tinggi serta harganya. suatu technologi jaringan baru dikembangkan & infrastruktur jaringan yg ada diperbaharui, penerapan yg dapat dimanfaatkan kebanyakan pun dapat mengalami peningkatan dalam aspek mengonsumsi Bandwidth. Video streaming & Voice over IP ([[VoIP]]) yaitu sekian banyak sample pemakaian technologi baru yg turut konsumsi Bandwidth dalam jumlah yang besar

[ Read More ]

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Perkembangan Sistem Operasi Open Source - Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). baca juga jenis-jenis sistem operasi.
macam macam sistem operasi open source  perkembangan sistem operasi open source  makalah operasi open source  sistem operasi close source  jenis-jenis sistem operasi open source beserta variannya  perbedaan sistem operasi open source dan close source  sistem operasi linux  pengertian sistem operasi
Mulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server.

Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain. Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas

Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 - 1970-an. Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan stiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10.
Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim perangkat-perangkat lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.

Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.

Akan tetapi teminologi free‖ yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi open source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

 

[ Read More ]

SISTEM OPERASI ( OPEN SOURCE DAN CLOSE SORCE )

  Sistem operasi (Operation System) adalah perangkat lunak (software) yang mengatur semua sumber daya dalam komputer. Sumber daya ini dapat berupa perangkat keras (hardware) maupun program aplikasi.

Ada 2 macam sistem operasi :
 
1.Open source
    Open source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan. Jika ada pembuat perangkat lunak yang tidak mengizinkan kode programnya diubah atau dimodifikasi, maka bukanlah disebut sebagai open source walaupun kode program dari perangkat lunak tersebut tersedia.
       Open source (kode program terbuka) dipopulerkan tahun 1998. Sejarah perangkat lunak open source lahir sejak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, dan MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.Sistem operasi open source dinggap menguntungkan, khususnya oleh para pengguna open source. Beberapa keuntungan dan kerugian dari open source :
Keuntungan
1.      Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek
2.      Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki
3.      Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi
4.      Lebih aman
5.      Hemat biaya
6.      Tidak mengulangi development
Kekurangan
1.      Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
2.      Tidak adanya proteksi terhadap HAKI
Contoh Sistem operasi yang termasuk Open Source adalah
·         Linux:Ubuntu, Red Hat,  Mandriva, CentOS, Fedora, Blankon, OpenSUSE, Clear OS
Open BSD dan Free BSD
·         Open Solaris dan Solaris
·         Android
2. Close Source
     Close Source adalah Sistem operasi yang codenya tidak dibuka untuk umum, pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi dengan gratis maupun membayar. meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah sistem operasi tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka sistem operasi ini tidak open source.
Keuntungan Closed Source
1.      Kestabilan sistem terjamin karena ada penangung jawab resmi.
2.      Support langsung dari pemilik aplikasi /program.
3.      Mudah mendapatkan sertifikasi.
4.      Lebih mudah digunakan / dipelajari / dipahami karena mayoritas pengguna menggunakannya ( pada daerah tertentu ).
Kekurangan Close Source
1.      Tidak ada support khusus / langsung dari pembuat (developer).
2.      Celah yang terbuka, bisa dimanfaatkan untuk pengambilan informasi.
3.      Sosialisasi pemakaian, agak sulit, karena umumnya pengguna menggunakan close source (e.g.Windows),hanya pada daerah tertentu).
4.      Sulit untuk mendapatkan sertifikasi.
5.      Adanya lisensi yang mengharuskan pengguna untuk menyediakan dana /financial.
6.      Pengembangan terbatas.
7.      Diperlukan antivirus.
8.      Aplikasi umumnya tersedia berbayar.
9.      Deteksi kelemahan aplikasi menunggu feedback dari pengguna.
Contoh Sistem operasi yang termasuk Close Source adalah

·         Microsoft Windows 
[ Read More ]